Halaman

Selasa, 05 Juni 2012

PRINSIP-PRINSIP SISTEM INFORMASI


A.    PENGERTIAN SIM
Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data menjadi informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di tataran manajerial untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.    SIKLUS HIDUP INFORMASI
Siklus hidup informasi menggambarkan arus informasi dalam suatu kegiatan organisasi.
Gambar siklus hidup informasi

C.    PRINSIP POKOK SIM
1.    Perangkat keras
2.    Perangkat lunak
a.    Perangkat lunak sistem umum & terapan umum
b.    Program aplikasi
3.    Data base
4.    Prosedur
5.    Petugas pengoperasian


D.    UNSUR PENTING AGAR SIM EFEKTIF
Agar SIM dalam suatu organisasi dapat beroperasi secara efektif, maka perlu diperhatikan tentang beberapa unsur penting berikut :
1.    Data yang dibutuhkan
2.    Kapan data dibutuhkan
3.    Siapa yang membutuhkan
4.    Dimana data dibutuhkan
5.    Dalam bentuk apa saja data dibutuhkan
6.    Prioritas yang diberikan dari bermacam data
7.    Prosedur / mekanisme yang digunakan untuk memproses data
8.    Bagaimana pengaturan umpan balik
9.    Mekanisme evaluasi yang digunakan

D. BENTUK ANATOMI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
E.    JARINGAN KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Jaringan kerja SIM adalah terdiri atas :







1.    Perencanaan strategi dan pengendalian manajemen
2.    Fungsi operasional
3.    Unit fungsional

Hierarki pengendalian dalam jaringan kerja SIM dapat digambarkan sebagai berikut :










Jaringan kerja SIM akan memberikan implikasi sebagai berikut :
  1. Sistem informasi didesain untuk menyediakan informasi bagi setiap unit fungsional
  2. Sistem informasi untuk unit fungsional yang saling berhubungan dapat dikelompokkan ke dalam suatu subsistem yang melayani kelompok fungsi itu (fungsi operasional)
  3. Kaitan antar unit fungsional dapat disederhanakan dengan pemakaian kaitan informasi antar kelompok dan dengan jalan pemakaian file sebagai penyangga.
Pada kenyataanya pengelompokkan fungsi organisasi pada setiap organisasi tidak seragam. Namun demikian pada umumnya fungsi-fungsi dalam organisasi meliputi :
  1. Produksi, meliputi kegiatan produksi, produk keteknikan dan lain-lain.
  2. Pemasaran, meliputi riset pasar, periklanan, promosi, penjualan dll.
  3. Logistik, meliputi kegiatan pembelian, persediaan, distribusi dll
  4. Keuangan dan akuntansi, meliputi kegiatan pembelanjaan, akuntansi keuangan, akuntansi biaya, penganggaran dll.
  5. HRD, meliputi kegiatan pengembangan sumber daya manusia


E. ELEMEN OPERASIONAL SIM
Komponen fisik dan keluaran dalam SIM adalah melaksanakan fungsi pengolahan. Elemen-elemen operasional sebagai fungsi pengolahan pada  suatu SIM adalah terdiri atas :
1. Pengolahan data, meliputi :
    a. Pengolahan transaksi internal organisasi
    b. Pengolahan transaksi eksternal organisasi
    c. Penyajian transaksi meliputi :
  • Penyajian secara langsung
  • Penyajian berupa laporan
  • Mengkomunikasikan transaksi.

 













































































KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN



A. SISTEM
Sistem :   sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling berhubungan atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan.
Karakteristik sistem :
1.    Mempunyai komponen
2.    Mempunyai batas
3.    Mempunyai lingkungan
4.    Mempunyai penghubung / antar muka
5.    Mempunyai masukan
6.    Mempunyai pengolahan
7.    Mempunyai keluaran
8.    Mempunyai sasaran dan tujuan
9.    Mempunyai kendali
10.  Mempunyai umpan balik / feedback

Keterkaitan antar komponen dan karakteristik suatu sistem








Jenis sistem
1.    Sistem fisik dan sistem abstrak
2.    Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
3.    Sistem tertentu dan sistem tidak tertentu
4.    Sistem tertutup dan sistem terbuka

B. INFORMASI
Data   :  bahan keterangan tentang kejadian-kejadian nyata atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambang tertentu yang tidak acak yang menunjukkan jumlah, tindakan atau hal.
Informasi : hasil pengolahan data sehingga mempunyai bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung untuk masa yang akan datang.


Transformasi data menjadi informas

 
Fungsi informasi :
1.    Menambah pengetahuan
2.    Mengurangi ketidakpastian
3.    Mengurangi resiko kegagalan
4.    Mengurangi variasi yang tidak diperlukan
5.    Memberi standar, aturan-aturan dan keputusan yang menentukan pencapaian sasaran dan tujuan
Nilai informasi :
  • Kemudahan dalam memperoleh
  • Sifat luas dan kelengkapanya
  • Ketelitian
  • Relevan
  • Ketepatan waktu
  • Kejelasan
  • Fleksibilitas
  • Dapat dibuktikan
  • Tidak ada prasangka
  • Dapat diukur

C. MANAJEMEN
Manajemen :
•    Proses memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan.
•    Suatu sistem kekuasaan dalam suatu organisasi agar orang-orang menjalankan pekerjaan
Sumber daya : man, material, money, machine, method & information
Fungsi manajemen :
1.    Perencanaan
2.    Pengorganisasian
3.    Pembimbingan
4.    Pengawasan
5.    Penilaian

  

Kamis, 17 Mei 2012

Permasalahan Umum Pendidikan di Indonesia

                   Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. 
                         
 
                  Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
                 Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Mahalnya biaya pendidikan.

* Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.

* Rendahnya Kualitas Guru

Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

* Rendahnya Kesejahteraan Guru

Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1,5 juta. guru bantu Rp, 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu, terang saja, banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel.

* Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.

* Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.


* Mahalnya Biaya Pendidikan

Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. 



Dan hal-hal ini masih menjadi PR bagi pemerintahan dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk kedepannya dapat memajukan pendidikan di Indonesia.